Riot Games secara resmi telah mengungkap semua detail untuk set terbaru dari game auto-battler populernya, Teamfight Tactics (TFT). Bertajuk “K.O. Coliseum”, Set 15 ini akan membawa para pemain ke dalam sebuah arena turnamen pertarungan bergaya anime yang megah, yang diselenggarakan oleh karakter misterius bernama Whisker.
Set baru ini akan bisa dimainkan di server Public Beta Environment (PBE) mulai 15 Juli, dan akan diluncurkan secara resmi untuk PC dan mobile pada 30 Juli 2025.
“K.O. Coliseum adalah surat cinta untuk genre turnamen pertarungan anime,” ujar Michael Sloan, Lead Set Designer. “Dengan mekanik Power Up yang baru, kami menawarkan kesempatan bagi pemain untuk memperkuat champion mereka di awal permainan,” imbuhnya.
Mekanik Set Baru: Power Up dan Rombak Sistem Peran
Dua perubahan paling fundamental dalam gameplay K.O. Coliseum adalah mekanik baru dan perombakan sistem peran:
-Power Ups: Ini adalah mekanik utama set ini. Pemain akan mendapatkan item bernama “Power Snax” yang bisa diberikan ke satu champion untuk membuka berbagai opsi peningkatan kekuatan. Fitur ini memungkinkan pemain untuk mengubah champion manapun menjadi unit andalan mereka. Jika pemain menemukan unit yang lebih baik, Power Up ini bisa dipindahkan ke champion yang baru.
Lebih lanjut, Ariani menjelaskan bahwa dari kolaborasi riset ini, dihasilkan berbagai aset budaya berupa objek 2D dan 3D berupa rumah adat, hiasan tradisional, senjata tradisional, pakaian adat, makanan tradisional, hingga karakter dongeng dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua-Maluku yang mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
BRIN juga mengembangan sistem aplikasi berbasis web sebagai Platform Aset Gim untuk menunjang proses pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian aset gim bertema budaya Indonesia. Platform GANA sendiri kini telah tersedia secara daring melalui situs https://gana-prototype.brin.go.id.
“Filosofi nama GANA berasal dari maknanya yaitu “kekayaan”, yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang sangat banyak. Platform ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan digital, tetapi juga ekosistem yang mempertemukan berbagai aktor seperti kreator aset, pengembang game, komunitas desain grafis, hingga pakar budaya dan industri,” ungkap Ariani.
Dengan hadirnya GANA, BRIN membuka gerbang baru bagi digitalisasi budaya Indonesia. Platform ini diharapkan tidak hanya menjadi repositori, namun juga ekosistem hidup yang terus berkembang dan mendorong kebangkitan industri game lokal dengan mengangkat kekayaan budaya bangsa GANA diharapkan dapat mendukung ekosistem industri game nasional yang lebih mandiri, kolaboratif, dan berkelanjutan, baik dari sisi asset creator maupun game developer.